CV. MITRA BIBIT


Kualitas dan pelayanan adalah prioritas kami sebagai mitra Anda. Kami CV.MITRA BIBIT menyediakan berbagai jenis benih dan bibit tanaman, seperti tanaman kayu, tanaman buah, tanaman rempah, tanaman perindang, dll.

Kunjungi Web Utama Kami:
Klik Disini

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP: 0852-2848-4369
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Atau langsung datang ke tempat kami di:
Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo


Cara Menanam Durian

Penanaman menjadi tahap yang penting dalam usaha berkebun buah. Banyak faktor yang menjadi kunci sukses dalam penanaman. Pemilihan bibit yang bagus, pemilihan waktu tanam yang tepat, proses penanaman itu sendiri, hingga perawatan tanaman pascatanam.

A.        Tahap Penanaman
Penanaman bibit durian di kebun sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sehingga suplai air pada bibit bisa terpenuhi. Ciri dari awal musim hujan adalah curah hujan pada awal tersebut lebih dari 100mm. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari, saat matahari tidak bersinar terik agar bibit memperoleh udara sejuk pada malam hari.
Jarak tanam yang umum digunakan adalah antarbaris 12m dan dalam baris 8m. Untuk penanaman intensif pada daerah dengan kecukupan air, dapat dilakukan penanaman dengan jarak antarbaris 10m dan jarak dalam baris 6-8m. Pemeliharaan durian dengan cara ini harus dilakukan pemangkasan tajuk agar hasil buahnya maksimum.
Adapun tahap penanaman bibit durian adalah sebagai berikut.
1.      Pada titik pengajiran, bersihkan lahan dari gulma, ranting, dan sisa tebangan pada radius 1m dari titik ajir.
2.      Buat lubang tanam sedalam 30cm berukuran (60x60x60) cm untuk tanah gembur, sedangkan pada tanah berat / berbatu dibuat ukuran (100x100x100) cm. Jarak tanam pada lahan datar dibuat arah barisan timur barat dan pada lahan miring arah barisan memotong kemiringan. Saat menggali lubang tanam, pindahkan tanah galian bagian atas ke sebelah kanan lubang dan tanah galian bagian bawah ke sebelah kiri lubang.
3.      Biarkan lubang dalam kondisi terbuka selama 1 minggu. Setelah itu, masukkan pupuk organik (kotoran kambing atau sapi) yang sudah terurai sempurna (matang) sebanyak 35kg/lubang dan pupuk SP-36 sebanyak 250g.
4.      Sebelum penanaman, dianjurkan untuk memeriksa pH tanah. Apabila tanah bersifat masam (pH kurang dari 6), tambahkan kapur pertanian kurang lebih 3Kg/lubang. Ambil bibit durian, buka plastik pembungkus, lalu tanam secara hati-hati
5.      Tanam bibit dalam lubang tanam hingga sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Tambahkan sisa media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang, dan dolomit.
6.      Siram air secukupnya setelah selesai tanam agar kelembapan media tanah terjaga.
7.      Agar tanaman tumbuh tegak dan lurus ke atas, tancapkan batang kayu diisi tanaman sebagai ajir, agar tanaman dapat tumbuh tegak dan lurus ke atas. Ikatkan batang dan ajir menggunakan tali rafia.
8.      Untuk menjamin pertumbuhan awal bibit, beri naungan pada bibit dengan menggunakan daun ilalang, daun kelapa, atau paranet selama kurang lebih 3 bulan. Selain itu, pohon pisang juga bisa digunakan sebagai naungan. Untuk keperluan ini, pohon pisang bisa ditanam 5 bulan sebelumnya yang berjarak satu meter di sebelah barat lubang tanam. Setelah bibit berumur tiga tahun, pisang harus ditebang. Naungan berguna untuk mencegah cahaya matahari langsung mengenai bibit durian, tetapi bibit durian juga masih bisa memperoleh udara sejuk di malam hari.


      

B.       Pemupukan
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan laju pertumbuhan tanaman pada saat masa pertumbuhan. Sementara pemupukan pada masa berbuah adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pemupukan didasarkan pada kondisi tanah setempat. Untuk mengetahui kondisi lahan sebaiknya dilakukan analisis tanah terkait jenis tanah, kandungan bahan organik, pH, kapasitas tukar kation, kandungan nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan zinc. Data ini penting untuk mengetahui dosis pupuk yang tepat.

1.     Pemupukan untuk pertumbuhan
Pemupukan masa pertumbuhan dilakukan sejak awal pertumbuhan tanaman hingga tahun ke-3. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK yang memiliki kadar nitrogen (N) tinggi.

a.       Manfaat nitrogen
Bagi tanaman, fungsi nitrogen sebagai berikut
1)     Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang, dan akar.
2)     Berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang berguna dalam proses fotosintesis.
3)     Membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik.
4)     Meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme di dalam tanah.

b.      Kandungan pupuk pada tanaman
Dosis pupuk yang diberikan didasarkan pada analisis tanah dan daun. Selain itu, dosis pupuk juga sebaiknya didasarkan pada kandungan hara dan daun, sebagai berikut.
1)     Kandungan unsur makro dan mikro pada daun muda, yaitu nitrogen (N) 2,27%, fosfor (P) 0,30%, Kalium (K) 2,60%, Kalsium (Ca) 1,14%, Magnesium (Mg) 1,16%, belerang / sulfur (S) 0.26%, besi (Fe) 43 ppm, mangan (Mn) 16 ppm, seng (Zn) 20 ppm, dan cupper (Cu) 14 ppm.
2)     Kandungan unsur makro dan mikro pada daun yang telah tua, yaitu nitrogen (N) 1,69%, fosfor (P) 0.17%, kalium (K) 1.48%, kalsium (Ca) 2.01%, Magnesium (Mg) 0.93%, belerang/sulfur (S) 0.15%, besi (Fe) 78 ppm, mangan (Mn) 20 ppm, seng (Zn) 51 ppm, dan cupper (Cu) 55 ppm.
  
2.     Pemupukan untuk pembuahan
Jenis pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk cair atau pupuk organik. Jika menggunakan pupuk cair, bisa dilakukan pada saat mulai pembungaan hingga 60 hari setelah pembentukan buah atau setelah panen (akhir musim hujan). Pemberiannya setiap 15 hari. Sementara jika menggunakan pupuk organik, aplikasinya bisa melalui tanah. Caranya dengan membuat lingkaran parit dengan lebar 20cm dan kedalaman 20cm pada radius 75 cm di sekeliling pohon (di bawah kanopi tanaman). Pupuk organik tersebut dimasukkan ke dalam parit, kemudian ditimbun lagi dengan tanah bekas galian. Pupuk organik diberikan setiap tahun pada musim kemarau. Dosis yang digunakan adalah 20-30kg per pohon.
Jika menggunakan pupuk anorganik, perhitungan dosis yang digunakan didasarkan pada bobot buah durian, analisis hara dalam tanah, dan daun. Contoh dari perhitungan dosis pupuk sebagai berikut.
1.      Bila pohon menghasilkan 25 buah per pohon dengan rata-rata bobot per buah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon adalah 50 Kg. Kebutuhan pupuk nitrogen (N) adalah 206 g per pohon; pupuk NPK 143 g per pohon; pupuk K 308 g per pohon; kapur pertanian 2,4g per pohon; dan dolomite 5.52 g per pohon.
2.      Bila pohon menghasilkan 30 buah per pohon dan rata-rata bobot per buah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon 60 kg. Kebutuhan pupuk N 248 g per pohon; pupuk NPK 143 g per pohon; pupuk K 308 g per pohon; kapur pertanian 2.9 g per pohon, dan dolomit 5.52 g per pohon.
3.      Bila pohon menghasilkan 35 buah perpohon dan rata-rata bobot per buah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon 70 kg. Kebutuhan pupuk N 290 g per pohon, pupuk NPK 200 g per pohon, pupuk K 432g per pohon, kapur pertanian 3.4g per pohon, dan dolomit 7.74g per pohon.
4.      Bila pohon menghasilkan 40 buah per pohon dan rata-rata bobot perbuah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon 80 kg. Kebutuhan pupuknya adalah N 330g per pohon, pupuk NPK 228 g per pohon, pupuk K 493 g per pohon, kapur pertanian 3.9 g per pohon, dan dolomite 8.84 g per pohon.
5.      Bila pohon menghasilkan 45 buah per pohon dengan rata-rata bobot per buah 2kg maka rata-rata bobot buah per pohon 90kg. Kebutuhan pupuknya adalan N 372 g per pohon, pupuk NPK 257 g per pohon, pupuk K 555 g per pohon, kapur pertanian 4.33g per pohon, dan dolomit 9.95 g per pohon.
6.      Bila pohon menghasilkan 50 buah per pohon dengan rata-rata bobot per buah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon 100kg. Kebutuhan pupuk N 413 g per pohon, pupuk NPK 286 g per pohon, pupuk K 617 g per pohon, kapur pertanian 4.81g per pohon, dan dolomit 11,05g per pohon.
7.      Bila pohon menghasilkan 100 buah per pohon dengan rata-rata bobot per buah 2 kg maka rata-rata bobot buah per pohon 200kg. Kebutuhan pupuk N 826 g per pohon, pupuk NPK 571 g per pohon, pupuk K 1.233g per pohon, kapur pertanian 9.62g per pohon, dan dolomit 22.10 g per pohon.
8.      Bila pohon menghasilkan 200 buah per pohon dengan rata-rata bobot per buah 2 kg maka bobot buah rata-rata per pohon 400kg. Kebutuhan pupuk N 1652g per pohon, pupuk NPK 1.142g per pohon, pupuk K 2.466 g per pohon, kapur pertanian 19,24 dan dolomit 44.2 g per pohon.

C.        Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi tanaman optimal. Selain itu, pemangkasan juga bertujuan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman. Adapun cara pemangkasan bentuk sebagai berikut.
1.      Pembentukan tajuk mulai diatur sejak tanaman berumur 1 tahun. Batang utama dapat dipelihara sampai setinggi 70-100cm. Setelah batang utama mencapai 1m, pangkas pucuknya dan biarkan tumbuh tunas-tunas baru dan calon cabang primer. Pilih 6-10 calon cabang primer yang posisinya simetris supaya terjadi keseimbangan antara bentuk tajuk dengan percabangannya.
2.      Selama proses pertumbuhan, singkirkan tunas-tunas liar di sekitar dahan. Mahkota tajuk dapat berbentuk cembung, seperti payung terbuka atau piramida.
3.      Bagian pohon setinggi 2-3m merupakan tajuk mahkota, sedangkan batang pokoknya yang kokoh sepanjang 0.7-1m sebagai penyangga.
4.      Pembentukan tajuk dilakukan dengan memelihara satu batang utama dan 10 calon cabang primer terpilih dan pembentukan tanaman harus diusahakan supaya terjadi keseimbangan antara bentuk tajuka dengan percabangannya.
5.      Pemangkasan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas untuk ranting dan gergaji pada batang yang besar.
6.      Oleskan vaselin, cat minyak, atau oli pada batang/cabang besar setelah dipangkas.

D.       Pengairan
Pengairan merupakan faktor penting dalam pertanaman awal di lapangan (kebun). Pengairan akan membantu penyerapan unsur hara bagi tanaman dan mempertahankan pertumbuhan tanaman. Kebutuhan air pada tanaman akan meningkat pada awal penanaman. Tanaman durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama oleh air atau sampai terlalu basah. Oleh karenanya, pengairan harus diperhatikan pada masa kritis tersebut. Setidaknya, bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman sehari sekali, terutama jika penanaman bibit dilakukan pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, penyiraman dapat dikurangi, sekitar tiga kali seminggu.
Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari agar air siraman segera digunakan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Penyiraman bisa dilakuka secara manual menggunakan selang atau dengan pompa.
  
E.        Penyiangan
Penyiangan pada tanaman durian bertujuan untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara tanaman durian dengan gulma. Selain itu, penyiangan juga bermanfaat untuk mencegah hama dan penyakit. Penyiangan tidak harus dilakukan setiap hari karena gulma pada tanaman durian biasanya sangat mudah dibersihkan. Penyiangan dilakukan bila gulma telah tumbuh di sekitar tanaman dengan radius kira-kira 1m dari tanaman. Umumnya penyiangan dilakukan pada awal, pertengahan, dan akhir musim hujan.
Cara penyiangan bisa dilakukan dengan mencabuti gulma atau rumput yang tumbuh di sekitar tanaman dengan menggunakan cangkul. Gulma yang sudah tercabut sebaiknya ditimbun dengan tanah pada kedalaman 50cm di sekitar tajuk pohon. Sambil mengubur gulma, tanah di sekitar pohon juga sebaiknya digemburkan, tetapi sebaiknya tidak sampai merusak akar.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, di sekitar tanaman juga perlu dilakukan pembumbungan sehingga aerasi daerah perakaran menjadi baik dan drainase terjaga. Pembumbungan dilakukan dengan cara membentuk lingkaran dalam radius 1m dari pohon dan meninggikan tanahnya 25cm di pangkal pohon.

F.        Penyerbukan Buatan
Petani sudah melalui seluruh tahap berkebun durian dengan benar sejak pemilihan lokasi hingga penanaman dan perawatan. Namun, ketika saatnya tanaman berbuah, petani menjadi kecewa karena tanaman durian yang ditanamnya hanya menghasilkan bunga, tetapi gagal menghasilkan buah, atau buah yang jadi bentuknya aneh. Hal ini berkaitan dengan kegagalan penyerbukan yang disebabkan oleh keseragaman varietas da semakin berkurangnya agen penyerbuk alami. Kondisi ini bisa diatasi dengan penanaman durian varietas lain dan penyerbukan buatan. Selain itu, penyerbukan buatan juga bisa digunakan untuk membantu meningkatkan mutu (terutama bentuk dan ukuran) buah.
Adapun tahapan penyerbukan buatan adalah sebagai berikut
1.      Proses penyerbukan dilakukan pada malam hari
2.      Pengumpulan serbuk sari dengan menggoyang-goyangkan bunga di atas wadah yang bersih.
3.      Setelah terkumpul, campurkan serbuk sari tersebut dengan tepung terigu atau tepung lainnya dengan perbandingan 3:7
4.      Masukkan campuran tersebut ke dalam alat penghembus, selanjutnya hembuskan ke bunga betina pada malam itu juga.
5.      Bila penyerbukan dilakukan pada lain hari, serbuk sari dapat disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu kira-kira 150C  

G.       Pemeliharaan Lain
Selain perawatan tanaman di atas, pada tanaman durian juga perlu dilakukan perawatan sebagai berikut.
1.      Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT), yang berfungsi untuk mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman durian. Bahkan, ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan. Oleh sebab itu, pemakaian ZPT ini hanya merupakan campuran saja.
2.      Penjarangan buah. Untuk mendapatkan buah yang baik, perlu adanya fotosintesis yang cukup. Setiap 2 kg buah harus didukung dengan 200 helai daun. Penjarangan buah dilakukan pada 40 hari setelah buah terbentuk. Caranya dengan memilih buah yang bentuknya sempurna dan membuang buah yang cacat atau buah yang terlalu lebat pada satu cabang.
3.      Perawatan buah. Buah durian yang terbentuk sebaiknya dirawat agar pertumbuhannya optimal. Pemeliharaannya diawali dengan penyeleksian buah, dilakukan setelah diameter buah mencapai 5cm. Sisakan dua buah terbaik dengan jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30cm. Pada tanaman durian yang baru pertama kali berbuah, sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, sebaiknya dilakukan pemupukan dengan pupuk makro NPK (0.5-1kg/pohon). Selain itu, agar tidak jatuh saat sudah matang, durian diikat menggunakan tali raffia.
 



 jual bibit durian bawor | bibit durian banyumas | bibit durian menoreh kuning | jual bibit durian petruk | jual bibit durian montong | durian paling unggul 2015 | durian paling besar | bibit durian purworejo | jual bibit durian purworejo | durian kaligesing | bibit durian cilacap | jual bibit durian sunan | jual bibit durian kumbokarno | keunggulan durian merah | keunggulan durian pelangi | harga bibit durian | bibit durian bersertifikat | penangkar resmi bibit durian | cara memilih durian | cara memilih bibit durian | jual bibit duren |