CV. MITRA BIBIT


Kualitas dan pelayanan adalah prioritas kami sebagai mitra Anda. Kami CV.MITRA BIBIT menyediakan berbagai jenis benih dan bibit tanaman, seperti tanaman kayu, tanaman buah, tanaman rempah, tanaman perindang, dll.

Kunjungi Web Utama Kami:
Klik Disini

Eko Marwanto - Direktur

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP: 0852-2848-4369
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Atau langsung datang ke tempat kami di:
Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo


Jual Bibit Durian Bawor

Bibit Durian Bawor

Tanaman Durian Bawor memiliki sifat merindang dan merupakan Pohon Durian Pendek Bisa berbuah, Durian Bawor dikenal luas mulai sekitar tahun 2010 dan saat ini merupakan salah satu jenis durian unggul yang memiliki rasa dan ketebalan sangat baik serta harga buah di pasaran yang mencapai Rp 40.000/Kg( Harga di kebun), sehingga Durian Bawor merupakan durian masa depan untuk yang sangat menjanjikan untuk di budidayakan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan banyaknya informasi media masa khususnya di bidang Agrobisnis, Durian bawor mulai banyak di minati oleh pecinta durian dan para Pengusaha perkebunan durian.
Salah Satu Yang menjadi  keunikan dari bibit durian Bawor ini adalah  memiliki akar tidak hanya saru menyerupai akar bakau. Biasanya dibuat dengan menyatukan 3 atau empat batangbawah menyadi satu dan kemudian dilakukan penyambungan dari induk yang berkualitas. Tujuan dari akar banyak ini adalah :
  1.  Mempercepat pertumbuhan
  2. Memperbanyak Pencarian makanan Sehingga nutrisi yang dihasilkan lebih banyak sehingga kualitas buahnyapun juga baik.
  3. Memperkokoh pohon sehingga tahan gonjangan longsor ataupun kena angin kencang
  4. Lebih tahan dari Kekeringan karena perakarananya yang banyak
  5. Memberikan keunikan tersendiri
Durian Bawor merupakan jenis durian yang batang atasnya dari jenis durian Montong Oranye yang memiliki Rasa Manis Legit, sedikit rasa pahit, Dagingnya tebal, berbiji kempes,Lembut, berwarna Kuning Oranye.
Ketika kita ingin melakukan Budidaya Durian  sangatlah perlu kita pertimbangkan jenis Durian Bawor ini, Karena perawatan dan  biaya pemeliharaan semua jenis Durian hampir sama, hanya karena proses pembuatanya lebih rumit harga bibit durian bawor cenderung sedikit lebih mahal. tetapi dalam hal pemilihan jenis durian unggul yang akan kita budidayakan, sebaiknya kita pertimbangkan hasilnya nanti ketika panen, karena dengan perawatan yang sama, biaya pemeliharaan dan waktu menunggu yang sama kita akan memperoleh hasil panen yang jauh lebih melimpah dan menguntungkan.
Dengan jarak 7 x 7 Meter, satu hektare lahan bisa diisi dengan sekitar 200 batang bibit durian bawor ( disesuaikan dengan bentuk tanah). Tanaman Durian Bawor rata rata mulai belajar berbuah setelah umur 3-4 tahun, tetapi ketika buah pertama dan batang belum begitu kuat, sebaiknya dilakukan pengaturan jumlah buah yang akan di pelihara, karena kalau batang tanaman masih kecil dan buah terlalu banyak maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan tanaman bisa merana. Satu pohon umur 5 tahun bisa menghasilkan 100 kilogram (kg) buah, dengan berat rata-rata berat satu buahnya mencapai 4-5kg. Buah Durian bawor yang besar bisa mencapai 10-12kg.
Kunggulan Bibit Durian Baworantara lain :
  1. Rasa Buah Manis Legit dan sedikit pahit
  2. Daging BuahTebal bijinya cenderung Kempes
  3. Warna daging buah menarik yaitu Kuning Oranye 
  4. Lebih tahan terhadap Jamur jika di bandingkan dengan montong biasa
  5. Pohonya Mudah tumbuh dan Cepat berbuah  
  6. Ukuran buah cenderung besar rata-rata berat buah 4-5kg.dan bisa mencapai 10-12
  7. Pohonya Kokoh karena di topang  akar yang banyak
  8.  Lebih tahan terhadap cuaca Kering karena cadangan makanannya banyak (dengan banyaknya akar)
  9.  Pohonya sebagai penahan longsor dan banjir (akarnya banyak sehingga kokoh)








Jual bibit durian Bawor | harga bibit durian Bawor | keunggulan durian Bawor | durian bhineka bawor | warna durian bawor | berat durian bawor | durian pendek berbuah | durian pendek | durian unik | durian montong oranye | cara menanam durian | budidaya durian bawor | durian berbiji kempes | durian paling enak | durian besar | duren bawor | duren berkaki | duren sambung | durian sambung | durian bersertifikat | durian berlabel | durian banyumas | durian magelang | durian purworejo | durian bawor di jakarta | durian bawor di surabaya | durian bawor di kalimantan | durian bawor di sulawesi | nurseri durian bawor di jakarta | pekebun durian | nurseri durian bawor di sumatra | nurseri durian bawor di kalimantan | nurseri durian bawor di sulawesi

Cara Panen Durian dan Pengemasan Durian


Panen dan Pascapanen Durian Unggul

Pemanenan adalah tahap yang penting dalam berkebun durian. Waktu pemanenan dan cara panen yang tepat menjadikan buah yang dihasilkan berkualitas prima. Sementara kegiatan pascapanen sangat membantu menjaga kualitas durian hingga sampai ke tangan konsumen. Namun demikian, sebaiknya proses pemanenan dan pascapanen disesuaikan dengan target pasar yang akan disasar.

A.       Panen
Pada tanaman yang sudah tua, jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon berkisar 60-70 butir per tahun dengan bobot rata-rata 2.7kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak, akan berisiko pada penurunan bobot buah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan dilakukan pemanenan buah durian, diantaranya adalah cirri buah yang siap panen, waktu pemanenan yang tepat, dan cara pemetikan yang benar.

1.     Ciri dan umur panen
Waktu panen pada durian umumnya berbeda-beda, tergantung pada jenis varietas dan asal bibit. Pada umur 8-10 tahun, durian lokal yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk sudah mulai berbunga. Sementara pada durian genjah, seperti chanee dan monthong, tanaman sudah bisa menghasilkan buah pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit yang sama dari okulasi atau sambung pucuk.
Buah durian akan mengalami tingkat kematangan sempurna pada 4 bulan setelah bunga mekar. Namun demikian, lama pematangan buah juga tergantung pada varietasnya. Pada durian monthong, buah akan matang sekitar 125-135 hari setelah bunga mekar, sedangkan durian chanee sekitar 110-116 hari setelah bunga mekar.
Tanda-tanda buah sudah dapat dipanen dapat dilihat dari segi fisiknya, sebagai berikut.
·      Ujung duri pada kulit buah berwarna cokelat tua.
·      Garis-garis diantara duri terlihat lebih jelas dan warnanya menjadi gelap
·      Tangkai buah lunak dengan ruas-ruas yang membesar dan mudah dibengkokkan
·      Buku-buku di tangkai buah membengkak
·      Tercium khas aroma durian, yaitu harum
·      Bila ketuk terdengar suara seperti memukul genthong yang berisi air, yaitu kasar dan bergema.
Secara alami, buah durian yang matang di pohon akan jatuh dengan sendirinya. Oleh karenanya, untuk menghindari kerusakan karena jatuh, sebaiknya buah durian diikat pada bagian tangkainya sewaktu masih ada di pohon menggunakan tali raffia. Pada buah yang ditujukkan untuk ekspor, sebaiknya pemanenan dilakukan ketika tingkat kematangan 80%. Pada tingkat kematangan ini, buah durian dapat disimpan hingga 2-3 minggu. Sementara jika pasar buah adalah pasar lokal, sebaiknya pemanenan dilakukan pada tingkat kematangan 100%. Orang Indonesia menyukai buah yang matang pohon, sedangkan orang Thailand lebih menyukai buah yang hampir matang.




2.     Cara Pemanenan
Pemanenan durian bisa dilakukan dengan cara memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena akan mengurangi kualitas buah. Pada tanaman tinggi, umumnya pemetikan dilakukan dengan memanjat pohon. Sementara untuk pemetikannya, bisa menggunakan galah yang dipasangi pisau.

B.       Pascapanen
Durian merupakan jenis buah yang cukup awet setelah dipanen karena kulitnya yang tebal dan kuat. Namun demikian, tingkat keawetan ini sangat dipengaruhi juga oleh cara pemanenan. Buah yang telah pecah saat panen karena jatuh ke tanah cepat sekali rusak, arilusnya matang dan masih bertangkai masih bisa tahan hingga 2-3 hari. Dengan penanganan pascapanen yang baik, daya tahan durian bisa dipertahankan hingga satu minggu.
Penanganan pascapanen merupakan kegiatan setelah pemanenan yang harus dilakukan dengan baik agar mutu durian tetap terjag. Kegiatan pascapanen pada durian meliputi pengumpulan di gudang, sortasi, pencucian, grading, labeling, pengemasan, pengepakan, penyimpanana, dan pengambilan contoh.

1.      Pengumpulan di gudang
Pengumpulan buah durian di gudang bertujuan untuk menghindarkan buah dari pengaruh fisik lingkungan yang buruk, seperti angin, panas, dan hujan. Hal ini akan member dampak yang kurang baik pada visual buah durian. Oleh karenanya, buah hasil pemanenan perlu dikumpulkan dalam gudang dengan kondisi yang sesuai. Lantai gudang harus selalu bersih, aerasi baik, suhu berkisar 28-300C, dan kelembapan maksimum 90%. Pengumpulan buah durian tersebut dilakukan dalam keranjang.
2.      Sortasi
Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah berdasarkan ukuran, kualitas, dan tingkat kematangan. Sortasi memiliki peranan yang cukup penting dalam manajemen mutu buah durian. Konsistensi kualitas buah durian yang baik harus selalu dijaga dan dipertahankan. Konsumen biasanya sangat memperhatikan hal ini sebagai tolok ukura dalam mempercayai kualitas buah durian yang layak dikonsumsi. Dengan dasar inilah, konsumen akan memberikan penilaian yang berujung pada kepuasan.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam sortasi buah sebagai berikut.
·      Pilih buah yang ukurannya seragam, bentuknya normal, tidak cacat, dan tidak terserang hama atau penyakit pada buah.
·      Pisahkan buah tersebut dari buah yang terlalu muda, kulit berlubang bekas gerekan hama, pecah atau retak, duri memar karena jatuh ke tanah, dan bentuknya abnormal atau cacat.
3.      Pencucian
Pencucian bertujuan untuk membersihkan buah dari kotoran yang melekat, seperti tanah dan cendawan. Umumnya, durian yang kotor dihasilkan dari pohon yang tinggi dan saat pemanenan buah jatuh ke tanah. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pencucian sebagai berikut.

·      Semprot buah yang kotor dengan air agar semua kotoran, serangga, dan jamur yang menempel hilang
·      Celupkan buah ke dalam air yang sudah ditambahkan fungisida berbahan aktif aluminiumtris (O-enthyl phosphonate), seperti Alliete 800 WP. Tujuannya untuk menghindari serangan penyakit busuk buah karena jamur Phytophtora sp. selama proses pemeraman dan transportasi.
·      Setelah dicelup, letakkan buah secara teratur di atas karung dan kering anginkan.
4.      Grading
Grading bertujuan untuk mendapatkan ukuran buah yang seragam dalam hal berat dan tingkat kematangan. Keseragaman buah durian sangat penting agar konsumen merasa puas dan merasa terjamin saat akan mengonsumsi buah durian tersebut. Harga buah durian unggul yang tergolong cukup mahal bukan menjadi penghalang bagi konsumen terutama jika kualitas memang unggul juga.
Bagi pengusaha durian yang bertujuan untuk ekspor, grading menjadi sangat penting. Biasanya proses ini dilakukan oleh orang yang cukup ahli dalam membedakan tingkat kematangan buah durian. Sementara untuk grading berat buah, masih dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa keahlian khusus. Grading dilakukan pada setiap kultivar dan dibedakan berdasarkan kelas mutu. Table 5 menyajikan standar mutu buah durian.

TABEL 5. STANDAR MUTU DURIAN
No
Sifat
Ekstra
I
II
1.
Bentuk buah
Normal, sesuai kultivar
2.
Berat buah (kg)




a.  Durian sunan
1,5-2,5
1,5-2,5


b.  Durian sukun
2,5-3,0
2,5-3,0


c.  Durian sitokong
2,0-2,5
2,0-2,5


d. Durian simas
1,5-2,0
1,5-2,0


e. Durian petruk
1,0-1,5
1,0-1,5


f. Durian otong
2,0-4,5
4,5-6,0


g. Durian kani
2,0-3,0
2,0-3,0

3.
Cacat
Tidak tampak
Tampak, tetapi tidak
Mempengaruhi mutu isi

Warna daging
Sesuai kultivar
   
Hal yang perlu diperhatikan dalam grading sebagai berikut
·      Untuk semua kelas mutu harus memenuhi syarat, yaitu rasa enak dengan kekerasan daging buah baik (tidak terlalu lunak)
·      Untuk mutu ekstra, 3% dari jumlah buah atau jumlah berat buah boleh tidak memenuhi syarat mutu ekstra, tetapi masih memenuhi syarat mutu I.
·      Untuk muut 1,5% dari jumlah buah atau jumlah berat buah boleh tidak memenuhi syarat mutu I, tetapi masih memenuhi syarat mutu II.
·      Untuk mutu 1,5% dari jumlah buah atau jumlah berat buah boleh tidak memenuhi syarat mutu I, tetapi masih memenuhi syarat mutu II.
·      Untuk mutu II, jumlah buah atau jumlah berat buah yang tidak memenuhi syarat boleh mencapai 10%.
·      Ukuran berat buah 2.5-3kg untuk tujuan negara ekspor Eropa dan Amerika Serikat, sedangkan berat buah 2-5kg untuk tujuan ekspor ke negara di Asia.
·      Khusus untuk durian monthong, seleksi buah didasarkan pada juring dan isinya dapat diklasifikasikan sebagai berikut
-       Kelas 1, memiliki 4-5 juring yang semuanya terisi penuh
-       Kelas 2, memiliki 5 juring, 2 juring yang terisi penuh
-       Kelas 3, memiliki 5 juring, 3 juring yang tidak terisi penuh dan memiliki bentuk tidak beraturan.
Selain pengkelasan, pada buah durian juga terdapat kode ukuran yang didasarkan pada rata-rata bobot (Tabel 6).

TABEL 6. KODE UKURAN BERDASARKAN BOBOT BUAH (KG)
Kode Ukuran
Bobot Buah (Kg)
1
>4.0
2
>3.0-4.0
3
>2.0-3.0
4
>1.0-2.0
5
<1.0

5.       Pemberian Label
Pemberian label (labeling) bertujuan untuk menunjukkan identitas produk, yaitu jenis, jumlah, berat, tanggal masak, dan produsen/kebun. Pelabelan juga memudahkan pekebun dalam memperkenalkan buah durian di pasaran, baik pasar domestic maupun internasional. Adanya label juga akan meyakinkan konsumen saat akan membeli buah durian.
Adapun langkah-langkah dalam labeling sebagai berikut
·      Tempelkan label pada tangkai buah sebagai identitas kelas buah dan produsen
·      Tempelkan juga label pada kemasan untuk menunjukkan identitas berat bersih, jumlah, kualitas/kelas, varietas, serta tanggak masak buah, dan identitas produsen/perkebun.
·      Label atau gantungan yang menyertai pada setiap kemasan harus mudah dilihat. Adapun informasi yang disajikan pada label kemasan adalahs sebagai berikut:
-       negara produsen,
-       nama perusahaan/eksportir,
-       nama kultivar durian,
-       kelas mutu,
-       jumlah buah dalam kemasan,
-       berat kotor,
-       berat bersih,
-       identitas pembeli di tempat tujuan,
-       tanggal panen,
-       tanggal buah itu enak dimakan,
-       tanggal buah itu tidak enak lagi dimakan, dan
-       petunjuk cara penanganan (suhu, kelembapan) yang dianjurkan

6.      Pengemasan
Buah durian sebaiknya dikemas sesuai dengan pasar yang akan dituju. Pengemasan bertujuan agar buah durian sampai ke tangan konsumen atau negara yang dituju dalam keadaan masih baik dengan kualitas dan visual yang layak sesuai harapan konsumen. Pengepakan merupakan proses berikutnya yang harus dilakukan setelah buah dikemas satu persatu. Pengepakan lebih diarahkan pada volume durian dalam setiap kemasan, yaitu jumlah durian pada setiap pak, biasanya tergantung pada bobot durian. Jumlah durian pada setiap kemasan diusahakan tidak terlalu banyak karena kemasan akan menjadi terlalu sempit sehingga terjadi gesekan antarbuah sehingga buah menjadi rusak. Namun demikian, kemasan juga tidak boleh terlalu longgar karena buah akan tergoncang-goncang yang dapat merusak buah durian. Jumlah durian pada setiap kemasan akan berbeda-beda, tergantung pada jenis dan bobot durian. Setiap kemasan sebaiknya berisi jenis/kultivar yang sama.
Setiap negara tujuan ekspor memiiki standard an permintaan khusus dalam hal pengemasan. Hal ini karna produk pertanian, termasuk durian, bersifat perisable atau gampang rusak dan tidak tahan lama. Oleh karena itu, pengemasan menjadi penentu agar buah durian sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik.
Berikut adalah spesifik produk dan kemasan berdasarkan negara tujuan ekspor
·      Pasar Eropa, Amerika, dan Kanada menginginkan buah dengan berat berkisar 2.5-3.5 Kg/buah dan dikemas menggunakan kotak karton berkapasitas 10-12 Kg
·      Pasar Hongkong memilih buah durian dengan beratnya 2-4kg/buah dan dikemas dalam keranjang berkapasitas 35-50Kg.
·      Pasar Malaysia dan Singpura menghendaki buah durian dengan berat 2.0-5.0 kg/buah yang dikemas dalam keranjang, peti kayu, atau tanpa kemasan, langsung ditumpuk di atas bak truk.
Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pengepakan sebagai berikut :
·      Masukkan buah ke dalam wadah secara hati-hati. Wadah yang umum digunakan terbuat dari kotak karton.
·      Lengkapi wadah dengan partisi
·      Umumnya, satu pak/kotak kemasan menampung 3-5 buah durian dengan total berat 10-15Kg.
·      Lengkapi dinding kemasan dengan double wall

7.      Penyimpanan
Penyimpanan merupakan proses akhir sebelum durian diangkat atau didistribusikan ke tempat tujuan. Penyimpanan bertujuan untuk mengamankan produk sebelum proses pengangkutan dan konsumsi. Untuk tujuan distribusi yang sangat jauh, penyimpanan yang baik akan mempengaruhi kondisi buah saat tiba di tempat tujuan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan sebagai berikut
·      Simpan buah durian yang sudah dipak/kemas dalam gudang yang bersih dan bebas dari keluar masuknya hama.
·      Lama penyimpanan maksimum 2 hari pada suhu 150 C sehingga dapat memperpanjang daya tahan buah durian menjadi 3 minggu. Sementara jika daging buah dibekukan secara cepat, dapat mempertahankan rasanya selama 3 bulan atau lebih.
·      Barang yang masuk pertama harus dikeluarkan lebih dahulu
·      Jika akan disimpan, perlu dilakukan proses pendinginan pada durian (precooling)

8.      Pengambilan contoh
Pengambilan contoh dilakukan jika buah yang dipanen dalam jumlah banyak. Sebaiknya, pengambilan contoh dilakukan dengan mengambil satu partai/lot buah durian segar yang terdiri dari maksimum 1.000 kemasan atau 1.000 buah. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan atau jumlah buah dengan ketentuan sebagai berikut.
1)     Jika jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot adalah 1-5, pengambilan contoh dilakukan pada semua.
2)     Jika jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lo adalah 6-100, pengambilan contoh minimum 5.
3)     Jika jumlah buah / jumlah kemasan dalam partai/lot adalah 101-300, pengambilan contoh minimum 7
4)     Jika jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot adalah 301-500, pengambilan contoh minimum 9
5)     Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot adalah 501-1.001, pengambilan contoh minimum 10.

Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak, diambil sekurang-kurangnya tiga buah, kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan isi kurang dari tiga buah, diambil satu buah. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.

9.      Pengangkutan
Pengangkutan merupakan proses pengiriman durian yang sudah disortir dari gudang menuju ke pasar (pasar-pasar tradisional, supermarket, atau langsung ke konsumen) dengan menggunakan media, yaitu kendaraan. Pengangkutan menjadi bagian yang penting karena akan menentukan kondisi durian saat sampai di tangan konsumen. Pengangkutan menjadi bagian yang penting karena akan menentukan kondisi durian saat sampai di tangan konsumen. Pengangkutan yang baik tentunya akan menjamin kualitas durian saat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang tetap prima, demikian sebaliknya. Jika pengangkutan jelek, kualitas durian saat sampai di tangan konsumen bisa menurun, terutama cacat pada buah.
Pengangkutan dikenal dengan 3 jenis, pengangkutan jarak dekat, pengangkutan jarak jauh, dan pengangkutan khusus. Pengangkutan jarak dekat dilakukan dengan kendaraan seadanya, yaitu roda dua maupun roda empat bak terbuka. Pengangkutan jarak dekat umumnya dalam volume yang tidak terlalu besar. Pengangkutan jarak jauh yaitu pengangkutan dengan menggunakan kendaraan besar beroda lebih dari 4 dengan volume yang sangat besar. Biasanya pengangkutan jenis ini untuk jarak pasar yang cukup jaur antarpulau atau bahkan akan diekspor ke luar negeri. Sementara pengangkutan khusus adalah pengangkutan durian dengan kendaraan, baik roda 4 atau lebih, yang menggunakan sistem cold storage. Pada durian, pengangkutan semacam ini tidak terlalu mutlak karena durian memiliki masa simpan yang cukup lama (lebih dari 7 hari). Selain itu, biaya pengangkutan dengan sistem ini juga cenderung mahal.
Jika yang diinginkan adalah menjaga kualitas durian agar tetap baik dan matang tepat saat dikonsumsi konsumen maka sebaiknya proses pascapanennya yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, pengangkutan sederhana pun daapt dipilih tanpa perlu kuatir akan kualitasnya. Oleh karena buah durian dilapisi dengan kulit buah yang berduri maka demi keamanan, sebaiknya untuk kendaraan baik terbuka, bagian atasnya ditutup terpal. Hal ini terutama apabila jalan yang ditempuh agar rusak dan cuaca hujan.